← Kembali ke daftar

GUNUNG · India

Changabang

चंगाबंग (Changabang)

Sumber
Changabang

Foto: sumber

Informasi

Elevasi
6.864 m
Negara
India (IN)
Lokasi / Pegunungan
Garhwal Himalaya, Chamoli, Uttarakhand, India (dekat Kalanka, kawasan Nanda Devi)
Tipe Gunung
Puncak granit-es curam ('big wall' Himalaya) di dinding timur laut Suaka Nanda Devi
Berapi?
Tidak (non-vulkanik)
Koordinat
30.5000, 79.9256
Kesulitan
Ekstrem — dinding besar Himalaya; bahkan rute termudah (muka tenggara → punggungan timur) tetap pendakian salju-es serius
Musim Terbaik
Mei–Juni dan September–Oktober (pra/pasca-monsun)
Izin & Aturan
Izin ekspedisi puncak (Indian Mountaineering Foundation) + izin kawasan lindung/Inner Line; pendekatan lewat Joshimath–Jumma–Dronagiri ke Gletser Bagini. Bukan tujuan trekking umum.
Bahaya
Panjat batu terekspos di atas 6.000 m, es dekat vertikal, longsoran salju saat turun (nyawa Brendan Murphy melayang pada 1997), badai, komitmen tinggi tanpa jalan keluar cepat

Deskripsi

Changabang (6.864 m) di Garhwal, Uttarakhand, adalah salah satu tembok paling legendaris dalam sejarah alpinisme — namanya kira-kira berarti 'gunung yang bersinar', mengacu pada granit putihnya yang memantulkan cahaya. Puncak ini berdiri di dinding timur laut Suaka Nanda Devi, bersisian dengan Kalanka. Pendakian pertama pada 4 Juni 1974 dipimpin Balwant Sandhu dan Chris Bonington lewat muka tenggara menuju punggungan timur — rute termudah di gunung ini dan salah satu dari sedikit jalur yang dominan salju/es. Dua tahun kemudian, Oktober 1976, Peter Boardman dan Joe Tasker memanjat West Wall setinggi ~1.600 m hanya berdua secara alpine style dalam sekitar tiga minggu; saat itu dianggap pendakian tersulit yang pernah dilakukan di Himalaya, dan kisahnya menjadi buku klasik 'The Shining Mountain'. Muka utaranya menelan korban: pada 1997 Andy Cave dan Brendan Murphy menuntaskan jalur 1.600 m, namun Murphy tewas tersapu longsoran saat turun. Rute Boardman–Tasker baru berhasil diulang pada Mei 2022 — setelah 46 tahun dan lebih dari 20 percobaan — oleh Matthew Scholes, Kim Ladiges, dan Daniel Joll.

Jalur Pendakian

Muka Tenggara → Punggungan Timur (rute pendakian pertama, 1974)

Rute termudah di Changabang — tetap pendakian salju/es serius di atas 6.800 m
Ekspedisi beberapa minggu

Jalur pendakian pertama Changabang, dituntaskan pada 4 Juni 1974 oleh ekspedisi India–Inggris pimpinan Balwant Sandhu dan Chris Bonington, dengan anggota antara lain Dougal Haston, Doug Scott, Martin Boysen, dan Tashi Chewang. Jalur ini menaiki muka tenggara lalu menyambung ke punggungan timur — dianggap rute paling mudah di gunung ini dan salah satu dari sedikit garis yang didominasi salju dan es, bukan panjat batu murni. 'Paling mudah' di sini tetap berarti pendakian ketinggian teknis, bukan trekking.

Sumber

Pendekatan basecamp: Joshimath → Dronagiri → Gletser Bagini

Trek pendekatan ketinggian (basecamp saja) — bukan pendakian puncak
±4–6 hari trek pendekatan dari Joshimath

Jalur logistik yang dipakai ekspedisi modern sekaligus satu-satunya cara realistis bagi pendaki non-teknis untuk melihat Changabang dari dekat. Dari Joshimath, perjalanan jip menuju Jumma, lalu trek melewati desa Ruing dan Dronagiri (Dunagiri) menuju padang Longatulli dan Gletser Bagini, tempat base camp Changabang berada di kaki dinding utara/barat. Kawasan ini berada di lingkungan Taman Nasional Nanda Devi sehingga menuntut izin kawasan lindung/Inner Line; ekspedisi puncak wajib mengurus izin lewat Indian Mountaineering Foundation.

Segmentasi Jalur

  1. 1

    Joshimath → Jumma (jip)

    ±44 km perjalanan darat menuju titik awal trek

  2. 2

    Jumma → Ruing → Dronagiri

    Trek naik lewat desa-desa tinggi; akses hanya saat desa dihuni

  3. 3

    Dronagiri → Longatulli → Base Camp Gletser Bagini

    Padang tinggi di kaki Changabang dan Kalanka; sekitar 4.500 m

Sumber

West Wall — rute Boardman–Tasker (1976; diulang 2022)

Ekstrem — dinding ~1.600 m, panjat batu sekelas 5.10 dan es nyaris vertikal di ketinggian
±3 minggu (1976); dorongan alpine style tunggal dari basecamp (2022)

Salah satu rute paling termasyhur dalam sejarah pendakian Himalaya. Pada Oktober 1976, Peter Boardman dan Joe Tasker — hanya berdua, dengan anggaran dan perlengkapan minim — memanjat dinding barat setinggi sekitar 1.600 m yang saat itu dianggap pendakian ketinggian tersulit di dunia. Kisahnya menjadi buku 'The Shining Mountain' (pemenang John Llewellyn Rhys Prize 1979). Rute ini bertahan tanpa pengulangan selama 46 tahun dan lebih dari 20 percobaan, sampai Matthew Scholes, Kim Ladiges, dan Daniel Joll (New Zealand Alpine Team) menuntaskannya secara alpine style pada awal Mei 2022 — perjalanan yang direkam dalam dokumenter 'Changabang: Return to the Shining Mountain'.

Sumber

Pengalaman Pendakian

Changabang bukan gunung untuk pendaki biasa: yang tersisa dari 'pengalaman' di sini adalah literatur dan film alpinisme kelas dunia. Kisah paling termasyhur adalah Peter Boardman dan Joe Tasker yang pada 1976 memanjat West Wall setinggi ~1.600 m hanya berdua — melahirkan buku 'The Shining Mountain'. Rute itu bertahan tanpa pengulangan selama 46 tahun dan lebih dari 20 percobaan, sampai Matthew Scholes, Kim Ladiges, dan Daniel Joll berhasil pada Mei 2022; perjalanan mereka difilmkan menjadi dokumenter 'Changabang: Return to the Shining Mountain', yang juga menghadirkan kesaksian Chris Bonington dan John Porter. Untuk pendaki biasa, kontak terdekat dengan gunung ini adalah trek ke Gletser Bagini / base camp Changabang dari Dronagiri.

Rujukan

Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.

  1. 1 Wikipedia Changabang en.wikipedia.org · EN
  2. 2 Wikidata Changabang (Q1061929) wikidata.org · EN
  3. 3 Ensiklopedia Changabang Peak Expedition — pendekatan Joshimath–Dronagiri–Gletser Bagini trekkinginindia.com · EN
  4. 4 Media Kiwi Climbers Repeat Boardman & Tasker's 'Shining Mountain' explorersweb.com · EN