← Kembali ke daftar

GUNUNG · Indonesia

Buttu Lewah

Buttu Lewah (buttu/buntu = gunung dalam rumpun bahasa Toraja–Mamasa)

Sumber
Buttu Lewah

Lanskap Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat — foto kawasan, BUKAN puncak Buttu Lewah. Tidak ada foto Buttu Lewah berlisensi bebas yang tersedia. Foto oleh RIDWAN IWAN, 9 Januari 2015 (Panoramio), lisensi CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons.. Foto: sumber

Informasi

Elevasi
1.491 m
Negara
Indonesia (ID)
Lokasi / Pegunungan
Dataran tinggi Mamasa, bagian dari rangkaian pegunungan tengah Sulawesi yang membentang di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Reverse-geocoding Nominatim pada koordinat puncak mengembalikan wilayah Mamasa, Sulawesi Barat (kode pos 91362), dengan nama tempat terdekat "Mannababa". Wikipedia Cebuano menempatkannya di Provinsi Sulawesi Barat.
Tipe Gunung
Puncak non-vulkanik di dataran tinggi Mamasa, Sulawesi Barat. GeoNames menggolongkannya sebagai fitur MT (mountain) dan OpenStreetMap menandainya natural=peak bersumber gazetir NGA-GNS; tidak ada catatan vulkanologi mana pun (PVMBG/Magma ESDM maupun Global Volcanism Program) yang menyebut Buttu Lewah sebagai gunung api. Ringkasan data yang dimuat Wikipedia Cebuano menyebut puncaknya menonjol sekitar 122 meter di atas tanah sekitarnya dengan lebar kaki sekitar 0,79 km, dan menggambarkan medan sekelilingnya sebagai perbukitan yang berubah menjadi pegunungan di sisi utara. Titik tertinggi terdekat adalah Buttu Tadam (sekitar 1.811 m) yang berjarak sekitar 1,8 km ke arah timur.
Berapi?
Tidak (non-vulkanik)
Koordinat
-2.9699, 119.2363
Kesulitan
Tidak ada data. Tidak ditemukan jalur resmi, basecamp, catatan waktu tempuh, atau laporan pendakian untuk Buttu Lewah di basis data pendakian, blog, maupun media lokal. Gambaran medan dari data terbuka: puncak berada pada sekitar 1.491 m tetapi hanya menonjol sekitar 122 m di atas tanah sekitarnya, sehingga secara fisik ini lebih menyerupai bukit di atas dataran tinggi yang memang sudah berada pada 1.200–1.700 mdpl daripada gunung berdiri sendiri. Wikipedia Cebuano mencatat kawasan sekitarnya hampir seluruhnya berhutan, yang berarti navigasi bergantung pada peta dan pengetahuan warga setempat.
Musim Terbaik
Tidak ada rekomendasi dari sumber lapangan. Data iklim yang menyertai artikel Wikipedia Cebuano memberi kerangka kasar: iklim tropis dengan suhu rata-rata sekitar 20 °C, bulan terpanas Juni sekitar 21 °C dan terdingin Februari sekitar 18 °C, curah hujan sekitar 2.174 mm per tahun dengan bulan terbasah April (sekitar 339 mm) dan terkering September (sekitar 59 mm). Secara statistik, periode paling kering di kawasan Mamasa jatuh sekitar Agustus–September.
Izin & Aturan
Tidak ada informasi izin, pengelola kawasan, atau pos pendaftaran untuk Buttu Lewah. Kepadatan penduduk di sekitarnya tergolong cukup tinggi menurut data yang dikutip Wikipedia Cebuano (sekitar 58 jiwa/km²), sehingga puncak ini kemungkinan besar dikelilingi lahan garapan, kebun kopi, dan hutan milik desa. Izin sebaiknya diminta langsung kepada pemerintah desa dan tokoh adat setempat.
Bahaya
Tidak ada catatan insiden. Risiko yang wajar diperkirakan untuk medan seperti ini di Mamasa: hujan yang membuat jalan tanah dan lereng licin (sekitar 2.174 mm/tahun), tutupan hutan yang mempersulit orientasi tanpa GPS, suhu malam yang bisa turun tajam — Kabupaten Mamasa dikenal sebagai salah satu daerah terdingin di Indonesia dan berada pada ketinggian 600–2.000 mdpl — serta tidak adanya jalur resmi, penanda, maupun mekanisme pertolongan. Akses jalan ke pedalaman Mamasa juga panjang dan berliku, dan sinyal telepon tidak dapat diandalkan.

Deskripsi

Buttu Lewah adalah puncak setinggi sekitar 1.491 meter di dataran tinggi Mamasa, Sulawesi Barat. Seperti banyak "buttu" lain di jantung Sulawesi, keberadaannya tercatat rapi di basis data geografis tetapi hampir tidak pernah ditulis manusia: entri GeoNames 7614429 yang berasal dari gazetir NGA-GNS, simpul OpenStreetMap 1070155185 bertanda natural=peak, item Wikidata Q26730586, dan satu artikel Wikipedia Cebuano yang dibuat otomatis dari basis data yang sama. Di luar rantai itu tidak ditemukan laporan pendakian, berita, atau halaman resmi apa pun yang menyebut namanya. Halaman ini menuliskan apa yang terverifikasi dan menyebutkan keterbatasan itu apa adanya. Koordinatnya -2,9699 LS dan 119,2363 BT, dan tiga sumber independen menempatkannya pada titik yang sama. Reverse-geocoding Nominatim di koordinat itu menghasilkan "Mannababa, Mamasa, Sulawesi Barat". Soal ketinggian, dua model medan digital memberi angka berdekatan: 1.491 m menurut data GeoNames yang dikutip Wikipedia Cebuano, dan 1.465 m menurut layanan elevasi Open-Meteo yang memakai model Copernicus — selisih 26 meter, wajar untuk puncak yang belum pernah diukur langsung. Angka 1.491 m sebaiknya dibaca sebagai perkiraan. Skalanya juga perlu diletakkan pada tempatnya. Puncak ini hanya menonjol sekitar 122 meter di atas tanah sekitarnya, dengan lebar kaki sekitar 0,79 km, dan bukan titik tertinggi di lingkungannya sendiri: Buttu Tadam yang mencapai sekitar 1.811 m berdiri hanya 1,8 km di sebelah timurnya. Medan di sekelilingnya digambarkan sebagai perbukitan yang menjadi pegunungan ke arah utara, dan hampir seluruhnya tertutup hutan. Kepadatan penduduk sekitarnya cukup tinggi, sekitar 58 jiwa per km². Konteks kabupatennya jauh lebih terdokumentasi daripada puncaknya sendiri. Mamasa adalah satu-satunya kabupaten di Sulawesi Barat yang tidak memiliki garis pantai; seluruh wilayahnya seluas 3.005,88 km² berada pada ketinggian 600–2.000 mdpl dan terbagi ke dalam 17 kecamatan dengan penduduk sekitar 167 ribu jiwa. Perekonomiannya bertumpu pada padi, jagung, ubi, dan sayuran, dengan kopi dan kakao sebagai komoditas perkebunan utama — kopi arabika Mamasa cukup dikenal justru karena ketinggian lahannya. Iklim dataran tinggi inilah yang membentuk suasana di sekitar Buttu Lewah: rata-rata sekitar 20 °C, hujan sekitar 2.174 mm setahun dengan April sebagai puncak musim hujan, dan malam yang dingin. Namanya sendiri mengikuti pola penamaan seluruh kawasan Toraja–Mamasa. Dalam kamus Indonesia–Toraja, "gunung" berpadanan dengan "buntu", dan varian buttu/buntu muncul di puluhan nama tempat dari Mamasa sampai Enrekang. Jadi "Buttu Lewah" secara harfiah berarti Gunung Lewah — sebuah penanda lokal, bukan nama yang diberikan pendaki atau surveyor asing. Yang tidak tersedia, dan tidak akan dikarang di sini: tidak ada jalur pendakian resmi, tidak ada basecamp, tidak ada waktu tempuh, tidak ada sistem izin, tidak ada catatan kecelakaan, dan tidak ada foto puncak berlisensi bebas. Foto pada halaman ini adalah lanskap Kabupaten Mamasa secara umum, bukan gambar Buttu Lewah.

Rujukan

Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.

  1. 1 Wikipedia Buttu Lewah — 1.491 m, menonjol 122 m, Buttu Tadam 1.811 m berjarak 1,8 km ke timur, hujan 2.174 mm/tahun ceb.wikipedia.org · CEB
  2. 2 Wikipedia Kabupaten Mamasa — 3.005,88 km², ketinggian 600–2.000 mdpl, 17 kecamatan, satu-satunya kabupaten Sulbar tanpa garis pantai, komoditas kopi & kakao id.wikipedia.org · ID
  3. 3 Wikidata Buttu Lewah (Q26730586) — mountain in Indonesia, koordinat P625 -2,97/119,2364, GeoNames ID 7614429 wikidata.org · EN
  4. 4 Ensiklopedia Kamus mini Indonesia–Toraja — entri "gunung : buntu" bahasa-toraja.com · ID
  5. 5 Ensiklopedia Buttu Lewah (7614429) — mountain, Indonesia geonames.org · EN
  6. 6 Ensiklopedia Node 1070155185 — natural=peak, name=Buttu Lewah, source=NGA-GNS openstreetmap.org · EN
  7. 7 Ensiklopedia Elevasi model medan Copernicus pada koordinat puncak: 1.465 m api.open-meteo.com · EN
  8. 8 Ensiklopedia File:Mamasa, Mamasa Sub-District, Mamasa Regency, West Sulawesi, Indonesia - panoramio.jpg — RIDWAN IWAN, 2015, CC BY-SA 3.0 (foto kawasan) commons.wikimedia.org · EN