GUNUNG · Nepal
Annapurna IV
अन्नपूर्ण ४ (Annapurna IV)
Source
Photo: source
—
- Feels like
- —
- Humidity
- —
- Wind
- —
Source: Open-Meteo
Information
- Elevation
- 7.525 m
- Country
- Nepal (NP)
- Location / Range
- Pegunungan Annapurna, Himalaya (Nepal tengah)
- Mountain type
- Puncak tinggi di rangkaian Annapurna, Himalaya
- Volcanic?
- No (non-volcanic)
- Coordinates
- 28.5375, 84.0828
- Difficulty
- Sangat sulit — ekspedisi ketinggian ekstrem (>7.500 m) di atas medan salju dan es dengan bahaya longsoran; menuntut aklimatisasi, tim berpengalaman, dan logistik camp bertingkat
- Best Season
- Musim semi (April–Mei) dan musim gugur (September–Oktober)
- Permits & Rules
- Perlu izin pendakian dari pemerintah Nepal dan biasanya diurus lewat operator ekspedisi; berada di dalam Kawasan Konservasi Annapurna (ACAP) sehingga izin masuk kawasan konservasi juga diperlukan.
- Hazards
- Longsoran salju (avalanche) — beberapa insiden tercatat pada ekspedisi Annapurna, cuaca Himalaya yang cepat berubah, retakan gletser, dan risiko penyakit ketinggian pada dorongan puncak yang panjang.
Description
Annapurna IV (about 7,525 m) is the fourth-highest peak of the Annapurna range in the Himalayas of central Nepal. Together with the taller Annapurna II, it is cut off from the rest of the massif by the major col of Sabje La. Despite its modest prominence, Annapurna IV matters strategically: the standard route on Annapurna II actually climbs the north face of Annapurna IV to gain the ridge connecting the two summits, thereby avoiding many hazards on the other side. The peak was first climbed on 30 May 1955 by a German expedition led by Heinz Steinmetz via the North Face and Northwest Ridge; the summit party was Steinmetz, Harald Biller, and Jürgen Wellenkamp. It remains one of Nepal's more popular 7,000 m expedition objectives, climbed both as a peak in its own right and as part of attempts on Annapurna II.
Gallery
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Routes
Dinding Utara & Punggungan Barat-Laut (jalur pendakian pertama, 1955)
Sangat sulit (ekspedisi ketinggian ekstrem)Puncak Annapurna IV pertama kali dicapai pada 30 Mei 1955 oleh ekspedisi Jerman pimpinan Heinz Steinmetz lewat Dinding Utara dan Punggungan Barat-Laut, dengan regu puncak Steinmetz, Harald Biller, dan Jürgen Wellenkamp. Jalur utara ini menjadi garis pendekatan klasik gunung dan menuntut aklimatisasi, camp bertingkat, serta penanganan medan salju dan es di atas 7.000 m.
SourceDinding Utara sebagai akses menuju Annapurna II
Sangat sulit — medan ketinggian ekstrem dengan bahaya longsoranJalur standar pendakian Annapurna II justru memanjat Dinding Utara Annapurna IV untuk mencapai punggungan yang menghubungkan kedua puncak, sehingga menghindari sebagian besar bahaya di sisi lain Annapurna II. Karena itu Annapurna IV kerap didaki bukan hanya sebagai tujuan tersendiri, tetapi juga sebagai tahap kunci dalam upaya menuju Annapurna II.
SourceClimbing Experiences
Annapurna IV experience footage centers on extreme-altitude expeditions in Nepal's Annapurna range — full climbs from base camp to the 7,525 m summit, summit moments, and drone cinematography of its snow-and-ice terrain. A verified expedition series (Namas Adventure) documents the approach, tiered camps, and summit push on the north face and the ridge that links Annapurna IV to its neighbors.
References
The summary above is compiled from the following sources. Click to explore them yourself.