GUNUNG · Nepal
Annapurna II
Annapurna II (अन्नपूर्ण द्वितीय)
Source
Annapurna II (≈ 7.937 m) dilihat dari Chame di lembah Marsyangdi, jalur Sirkuit Annapurna — foto Wikimedia Commons. Photo: source
—
- Feels like
- —
- Humidity
- —
- Wind
- —
Source: Open-Meteo
Information
- Elevation
- 7.937 m
- Country
- Nepal (NP)
- Location / Range
- Massif Annapurna (Annapurna Himal), Provinsi Gandaki, Nepal — puncak paling timur dari deretan Annapurna
- Mountain type
- Puncak es-salju & batu di pegunungan tinggi (bukan gunung berapi) — jangkar timur Massif Annapurna
- Volcanic?
- No (non-volcanic)
- Coordinates
- 28.5381, 84.1350
- Difficulty
- Sangat sulit — ekspedisi Himalaya berketinggian ekstrem (~7.937 m) dengan punggungan panjang, dinding curam, dan bahaya objektif tinggi
- Best Season
- Pra-monsun (April–Mei) dan pasca-monsun (Oktober–November)
- Permits & Rules
- Puncak ekspedisi berizin dari otoritas Nepal; berada di kawasan Annapurna Conservation Area (ACAP) sehingga perlu izin kawasan lindung selain izin puncak. Pendekatan lazim dari lembah Marsyangdi (jalur Sirkuit Annapurna) di sekitar Pisang/Manang
- Hazards
- Longsoran salju, jatuhan batu, cornice & overhang es, badai mendadak, serta ketinggian ekstrem di atas 7.900 m; punggungan penghubung yang panjang dan terpapar menambah risiko
Description
Annapurna II (≈ 7,937 m) is the 16th-highest mountain in the world and the easternmost peak of the Annapurna Massif in Gandaki Province, Nepal. Despite the numeral 'II', it stands well apart from Annapurna I and towers over the Marsyangdi valley — a signature backdrop for trekkers on the Annapurna Circuit around Pisang and Manang. With a prominence of 2,437 m, Annapurna II is the highest ultra-prominent peak in the world that lies below 8,000 m. Its first ascent was made on 17 May 1960 by a British–Indian–Nepalese expedition led by Jimmy Roberts; Richard Grant, Chris Bonington and Sherpa Ang Nyima reached the summit via the long West Ridge, traversing from the Annapurna IV side. Its first winter ascent came only in 2007. A free-standing giant, technical and objectively dangerous, Annapurna II remains a rare and demanding expedition objective.
Gallery
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Routes
Dinding Utara (variasi langsung)
Ekstrem — dinding curam dengan bahaya longsoran & jatuhan batuSebagai alternatif punggungan barat, dinding utara Annapurna II dirintis melalui variasi langsung (antara lain oleh tim Jepang pada 1973). Rute ini lebih curam dan teknis, terpapar longsoran salju dan jatuhan batu, hanya untuk ekspedisi berpengalaman.
SourcePunggungan Barat via Annapurna IV (jalur pendakian pertama / normal)
Sangat sulit — punggungan panjang & terpapar di ketinggian ekstremRute pendakian pertama (17 Mei 1960, ekspedisi Jimmy Roberts) dan jalur normal Annapurna II naik dari sisi Annapurna IV lalu menyusuri Punggungan Barat yang panjang menuju puncak (~7.937 m). Pendekatannya lazim dari lembah Marsyangdi (jalur Sirkuit Annapurna) di sekitar Pisang/Manang. Punggungan penghubung yang panjang, terpapar angin, dan cornice menjadikannya berat dan menuntut.
SourceClimbing Experiences
Annapurna II is a rarely climbed expedition peak, so its best documentation is verified historical climbing reports — from the 1960 first ascent to the first winter ascent — plus an anniversary expedition video. The sources below link American Alpine Journal and Himalayan Journal accounts together with an ascent-anniversary recording, giving a real sense of the mountain's long ridge and challenges.
References
The summary above is compiled from the following sources. Click to explore them yourself.