BANDINGKAN

Bandingkan Gunung

Pilih hingga 3 gunung dan lihat ketinggian, lokasi, tipe, kesulitan, dan cuaca terkini berdampingan.

1 / 3 gunung dipilih

× Mont Puke Wallis dan Futuna (Prancis)
Cuaca kini
Ketinggian
524 m
Negara
Wallis dan Futuna (Prancis)
Tipe
Gunung berapi
Pegunungan
Massif pedalaman Pulau Futuna, Kepulauan Horn (Îles Horn / Hoorn Eylanden), Royaume d'Alo, Wallis-et-Futuna. Mont Puke adalah titik tertinggi pulau sekaligus titik tertinggi seluruh wilayah Wallis-et-Futuna. Wikipedia Prancis mendaftarkan tetangga-tetangganya: mont Kafua (502 m) dan mont Kolofutafuta (473 m) di sebelah barat, mont Matatao (384 m) di selatan–barat daya, dan mont Mamati (303 m) di tenggara; di seberang selat vasa selebar 1,8 km, Pulau Alofi dipuncaki mont Kolofau (417 m). Menurut tradisi lisan yang dicatat Wikipedia Prancis, Mont Puke termasuk wilayah Kerajaan Alo dan sekaligus menandai batas antara dua kerajaan adat Futuna — Kerajaan Sigave dimulai di bawahnya, pada 'batu paus' (rocher de la baleine).
Kesulitan
Sedang sampai berat untuk ukuran ketinggiannya, dan jauh lebih menuntut daripada yang disangka orang dari angka 524 meter. Sumber-sumber resmi Prancis konsisten pada satu hal: ini bukan jalan-jalan santai. Situs pariwisata resmi Wallis-et-Futuna menyebut perjalanan pulang pergi memakan waktu sekitar 5 jam dan menekankan bahwa sentier-nya tidak bertanda (non balisé), sehingga pendamping seorang pemandu lokal sangat dianjurkan; versi Inggris situs yang sama menulis terus terang bahwa Anda perlu menjadi pendaki berpengalaman untuk menyanggupi pendakian ke puncak tertinggi Futuna, sebuah jalur yang menantang meski imbalannya panorama darat dan laut yang mencengangkan. Panduan Assises des Outre-mer memberi angka yang lebih ringan untuk pendakiannya saja — 3 sampai 4 jam bersama pemandu — dan merinci tiga zona vegetasi yang dilalui berurutan: kebun/plantation di kaki, hutan hujan tropis di lereng tengah, lalu semak-belukar ketinggian (landes d'altitude) menjelang punggungan puncak. Yang membuatnya berat adalah kombinasi kemiringan dan iklim. Jejak GPS yang diarsipkan trails-viewer memperlihatkannya dengan angka: jalur dari Tuatafa hanya sepanjang 2,7 km sekali jalan tetapi menanjak +530 m dari ketinggian 7 m sampai 516 m — gradien rata-rata sekitar 20 persen, dengan waktu bergerak 1 jam 20 menit dan waktu total 3 jam 45 menit, artinya sebagian besar hari dihabiskan untuk berhenti, mengatur napas, dan mencari jalur. Kecepatan bergerak rata-ratanya hanya 2,0 km/jam. Tidak ada bagian yang menuntut keterampilan panjat teknis, tidak ada tali tetap, tidak ada tangga; yang dibutuhkan adalah stamina di udara panas-lembap, sepatu bercengkeram untuk tanah dan akar yang licin, serta — ini yang paling menentukan — seseorang yang tahu jalannya.
Musim terbaik
Musim kemarau austral, kira-kira Mei sampai Oktober, adalah jendela terbaik. Panduan Assises des Outre-mer menyebut periode ini memberi suhu 24–28 °C, kelembapan yang lebih moderat, dan visibilitas yang jernih — tiga hal yang langsung menentukan apakah panorama 360° dari puncak benar-benar terbuka atau tertelan awan. Sebaliknya, November sampai April adalah musim panas-basah sekaligus musim siklon Pasifik Selatan: dokumen CNES Géoimage mencatat siklon sebagai ancaman besar bagi pantai-pantai Futuna yang menghadap timur laut dan menyebut Siklon Toma (2010) sebagai contoh yang menimbulkan kerusakan besar. Menurut Wikipedia edisi Inggris, stasiun cuaca Maopoopo di Futuna mencatat iklim hutan hujan tropis — artinya tidak ada bulan yang benar-benar kering, dan hujan deras bisa turun kapan saja bahkan di puncak musim kemarau. Untuk waktu dalam sehari, semua sumber sepakat: berangkatlah sepagi mungkin. Situs pariwisata resmi secara khusus meminta pendaki memulai lebih awal untuk menghindari jam-jam terpanas, dan menyarankan membawa bekal piknik untuk dinikmati di puncak sebelum turun. Sesudah turun, saran lokal yang dicantumkan situs resmi itu terasa sangat khas Futuna: menyegarkan diri di sungai Vainifao atau di pantai-pantai kecil Vele sambil menunggu matahari terbenam. Satu catatan logistik yang menentukan seluruh rencana perjalanan: Futuna hanya bisa dicapai lewat udara dari Wallis, dengan penerbangan Twin Otter sekitar 55 menit ke aerodrome Pointe Vele, dan cuaca buruk bisa membatalkan penerbangan — jadi sediakan hari cadangan.
Koordinat
-14.271, -178.139