BANDINGKAN

Bandingkan Gunung

Pilih hingga 3 gunung dan lihat ketinggian, lokasi, tipe, kesulitan, dan cuaca terkini berdampingan.

1 / 3 gunung dipilih

× Kasikasima Suriname
Cuaca kini
Ketinggian
718 m
Negara
Suriname
Tipe
Non-vulkanik
Pegunungan
Distrik Sipaliwini, Suriname selatan — Wikipedia Inggris dan Belanda menempatkan Kasikasima di dalam Pegunungan Tumuk Humak (Toemoek-Hoemakgebergte), rangkaian perbukitan rendah yang membentuk batas alam Suriname dengan Brasil. Gunung ini berada di hulu sistem Sungai Tapanahony dan anak sungainya, Sungai Palumeu. Desa Palumeu beserta lapangan terbang perintis Vincent Fayks berjarak sekitar 40 kilometer di sebelah utara dan menjadi satu-satunya pintu masuk praktis. Sungai Tapanahony mengalir tak jauh dari kaki gunung; foto-foto ekspedisi 1904 memperlihatkan siluet Kasikasima yang dipotret dari tepian sungai di Koddobakkoe. Kawasan ini juga dikenal dalam literatur konservasi sebagai bagian dari Upper Palumeu River Watershed bersama Grensgebergte.
Kesulitan
Berat karena logistik, bukan karena teknik memanjat. Menurut catatan lapangan The World Travel Guy (Oktober 2025), pendakian dari base camp ke puncak menempuh sekitar 11 kilometer pulang-pergi dengan kenaikan kumulatif kira-kira 800 meter dan memakan waktu 5–9 jam; mereka menilainya "moderate to hard", dan menegaskan tidak ada pemanjatan teknis karena rombongan wisata diarahkan ke salah satu puncak tengah, bukan menara utama. Beberapa operator memberi angka yang mirip: Sangfoo Expeditions dan Discover Suriname Tours menyebut sekitar 7 jam pulang-pergi termasuk satu jam beristirahat di atas, sedangkan METS lewat halaman Anneke Trips menuliskan 6–7 jam berjalan ke salah satu puncak. Cardy Adventures menyebutnya "stiff journey" yang menuntut kondisi fisik baik, dengan titik pandang di sekitar ketinggian 500 meter, batas usia minimal 8 tahun, dan bagasi maksimal 10 kilogram dalam kantong kedap air. Seorang pelancong Belanda yang menulis di WaarBenJij.nu pada 2005 menggambarkan sekitar tiga kilometer berjalan di hutan sebelum tiba di kaki tebing, lalu kurang-lebih 45 menit mendaki curam ke atas; yang membuatnya berat adalah panas dan kemiringan, bukan kesulitan teknis. Bagian yang benar-benar melelahkan justru dua hari perjalanan korjaal melawan arus, karena penumpang kerap harus turun dan ikut mengangkat perahu serta barang melewati jeram saat air surut.
Musim terbaik
Suriname tidak punya musim dingin, hanya musim kering dan musim hujan, dan tinggi muka air sungailah yang menentukan enak-tidaknya perjalanan. Catatan The World Travel Guy menyarankan Agustus sampai Februari sebagai jendela terbaik, dengan September sebagai bulan yang mereka anggap ideal. Sisi lain dari musim kering adalah air dangkal: Sangfoo Expeditions mencatat selisih tinggi muka air antara musim hujan dan musim kering bisa mencapai enam meter, sehingga pada air rendah korjaal harus lebih sering dikosongkan dan didorong melewati jeram — itulah bagian yang paling menguras tenaga. Sebaliknya pada air tinggi perjalanan sungai lebih lancar tetapi jalur hutan menjadi becek dan licin, dan awan lebih sering menutup pemandangan dari puncak. Karena jendela cuaca cerah menentukan seluruh nilai pendakian, hampir semua operator menekankan pentingnya hari yang bersih untuk mendapatkan panorama sampai ke perbukitan perbatasan Brasil.
Koordinat
2.980, -55.411